Itodaynews, Jakarta— Usai menyapu bersih berbagai penghargaan bergengsi pada Festival Teater Jakarta Utara (FTJU) 2025 lewat naskah “Akses Ditolak (403)”, kelompok teater Marooned Actor Society kembali menghadirkan gebrakan besar. Tahun ini, mereka sukses memukau publik lewat lakon terbarunya yang sarat makna berjudul “SHIFT 4 Setelah Metamorfosis Kafkha”, karya yang disutradarai langsung oleh Fadjar Sukma.
Pementasan yang digelar pada Selasa, 4 Agustus 2026 pukul 19.30 WIB di Gedung PPSB Aki Tirem, Tanjung Priok, Jakarta Utara tersebut menyajikan refleksi mendalam mengenai eksistensi manusia di tengah tuntutan zaman dan tekanan hidup.
Melalui narasi yang tajam, SHIFT 4 menempatkan tubuh manusia di antara dua ruang yang sama-sama menuntut—antara rumah yang tak pernah selesai menyiapkan esok dan gudang yang terus mengejar hari ini. Perubahan paling sunyi digambarkan bukan saat tubuh berubah menjadi sesuatu yang lain, melainkan ketika perlahan tak ada lagi yang tahu harus memanggilnya sebagai siapa karena nilainya hanya ditentukan oleh fungsi yang masih mampu ia jalankan.
Penampilan memukau Marooned Actor Society mendapat sambutan hangat dan antusiasme luar biasa dari penonton yang memadati lokasi festival. “Gila gokil, SHIFT 4 Setelah Metamorfosis Kafkha… gue banget, keren juga itu grup total produksinya,” ujar salah satu penonton usai pementasan.
Performa apik para aktor dan tim artistik turut dinilai langsung oleh jajaran dewan juri berkompeten, yakni Agus Smoke, Exan Zen, dan Malhamang Zam Zam.
Puncak Prestasi: Boyong 7 Piala di Tingkat DKI Jakarta
Keberhasilan di tingkat wilayah membawa Marooned Actor Society melenggang mulus hingga ke panggung tertinggi. Puncaknya, pada Malam Anugerah Festival Teater Jakarta (FTJ) 2026 Tingkat DKI Jakarta yang digelar di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Senin (26/10/2026), Marooned Actor Society berhasil memboyong 7 piala penghargaan bergengsi.
Pencapaian manis ini merupakan buah dari kolaborasi dan penyelenggaraan FTJ 2026 bekerja sama dengan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta serta komunitas para Teater juga peran penting Dewan Kesenian Jakarta .
Marooned Actor Society bukanlah nama baru di kancah teater Jakarta Utara. Didirikan pada 19 Januari 2010 dengan nama awal Teater Merah Maroon (transformasi dari Black White Stage / BWStage yang diinisiasi alumni Teater SMAN 52), kelompok ini kini menjadi laboratorium keaktoran yang dibimbing oleh Agus Subekti (Suketi Tewel).
Meski sempat vakum pada 2016, mereka bangkit kembali pada 2018 dengan nama Marooned Actor Society (Kumpulan Aktor yang Terdampar)—sebuah simbolis keberadaan para anggotanya yang sempat terpisah oleh kesibukan, namun memilih untuk “terdampar” bersama kembali dalam proses kreatif.
Ardian S. Perkasa, selaku Ketua Umum Ikatan Seniman Teater Se-Indonesia sekaligus Ketua Umum Wartawan Bersatu Berita Indonesia, turut menyampaikan rasa bahagia serta ucapan selamat atas raihan luar biasa ini.
“Ini pertanda angin ombak sudah mulai kencang pusarannya. Tingkatkan konsentrasi, rendah hati, dan merunduk seperti padi. Jangan sampai apa yang kita perjuangkan dengan jiwa raga serta pengorbanan musnah seketika hanya karena sebuah nama keangkuhan. Terus berkarya, sehat, dan sukses selalu,” tutur Ardian S. Perkasa memberikan pesan mendalam bagi seluruh awak produksi.
Susunan Tim & Produksi “SHIFT 4”
Keberhasilan pementasan dan raihan gelar juara ini tidak lepas dari kerja keras serta soliditas seluruh tim:
Sutradara: Fadjar Sukma
Pimpinan Produksi: Emiliana Hartini Jagaddhita
Dramaturg: Tamar Julian
Pemeran:
Ivan Fadillah (Pekerja)
Alfrizal Arief Kalangi Butar Butar (Ayah)
Ika Fityan Maulana (Mandor)
Hilda Juvista (Ibu)
Roji (Kakak Ipar)
Zahra Rahmawati (Anak)
Aliyah Pratiwi, Rangga Hidayat, Dona Soraya, Muhaidin Firmansyah (Para Pekerja)
Tim Artistik & Pendukung:
Manajer Panggung: Agus Setiawan (Agus Cungkring)
Penata Musik: Bayu Tris Sentanu
Penata Artistik: Agus Subekti (Suketi Tewel)
Staff Artistik: Ridho Dwi Piyanto, Abdillah, Dafah Nur Aprio, Bustomi, Muhammad Abidzar Al Ghifari, Aghitsni Al Fardhani, Farrel Ardiyansyah
Penata Rias: Annisa Putri Ravega
Tim Rias: Dewiwidya, Cahya Aulia Zahra
Tim Hairdo: Kinanti Kupira Saharah, Pingky Dwi Angel Mansi, Sasqia Dzikra Khumaira
Penata Busana: Lingga Sugarnis
Tim Busana: Novita Citra Safira (Ncing)
Desain Grafis: Yulis Ahmad
Humas: Aseng Saung
Transportasi/Kru Panggung: Petrik Saung
Publikasi: Hilma Atqia Mujahidah
Konsumsi: Angelia Rahmadhani, Riza Syakiila
MC: Nabila Aulia (Nala)
Lighting Crew: Azmi Fauzaan Sukardi
Konsultan Lighting: Aziz Diying
(Red)





