Peluncuran Film Panggung Terlarang & Slide Film Terbaru Bintang Cahaya Sinema

Bekasi, iTodayNews.id – Rumah produksi Bintang Cahaya Sinema mempertegas visinya untuk membawa sinema Indonesia ke level internasional. Melalui konferensi pers yang digelar di Resto Gili Asian Cuisine, Bekasi, Sabtu (11/04), perusahaan resmi memperkenalkan proyek film terbaru bertajuk “Panggung Terlarang” sekaligus memaparkan rencana strategis ekspansi global.

Langkah ini menandai tahun ketiga Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes, sebuah langkah konkret dalam membuka akses jejaring global, peluang co-production, hingga kemitraan investasi internasional.

Panggung Terlarang: Malapetaka di Gedung Tua
Salah satu proyek utama yang menjadi sorotan adalah “Panggung Terlarang”. Film yang ditulis dan disutradarai oleh Bani Marhaen ini mengusung premis perjuangan mahasiswa tingkat akhir dalam menyelesaikan tugas pertunjukannya.

Dibintangi oleh Irma Rihi sebagai Via
Andriyan Didi sebagai Gin
Agoye Mahendra sebagai Kio
Vanjhoov sebagai Roni
Hakiki Kamil sebagai Beni
Widya Amor sebagai Kanaya
Salsabila Zahra sebagai Dinda
M. Iqbal sebagai Pak Rahman
Amanda sebagai Ibu Kantin

film ini mengisahkan tokoh Gin yang harus menghadapi pembatalan dana dari investor secara mendadak. Nekat menggelar pementasan di gedung tua terbengkalai demi kelulusan, Gin dan kawan-kawannya justru harus menghadapi malapetaka yang tidak terduga.

BACA JUGA  Bang Japar Pademangan Gelar Family Gathering di Villa Fahmi Idris Cipanas

Portofolio Proyek yang Ambisius
Selain “Panggung Terlarang”, Bintang Cahaya Sinema juga mengumumkan deretan proyek film panjang lainnya yang sedang dan akan memasuki tahap produksi, di antaranya:
Pintu Belakang” Disutradarai oleh BW Purba Negara.
Petarung” Kisah nyata juara dunia karate, Dr. Hj. Titik Prasetyowati Verdi, S.H, M.H.
“Broken Home”: Diangkat dari kisah nyata oleh penulis Evelyn Afnilia.
Di Sini Bukan Rumahku: The Story of Hanako” Karya penulis kenamaan Tisa TS.
“Aku Harap Ibu Kembali”: Disutradarai oleh Keny Gulardi.

Kolaborasi Strategis dan Penguatan Konten Lokal
Bintang Cahaya Sinema juga menunjukkan kepeduliannya pada talenta baru dan kearifan lokal. Film pendek Boru Ni Raja” hasil kolaborasi dengan BPODT (Badan Pelaksana Otorita Danau Toba) menjadi bukti upaya mengangkat potensi budaya lokal. Sementara itu, film “Lost Childhood” akan menjadi debut penyutradaraan bagi Rizka Shakira, produser film pemenang penghargaan Women from Rote Island

Melalui sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema, Bintang Cahaya Sinema menempatkan film tidak hanya sebagai karya seni, tetapi juga aset ekonomi dan kultural yang inklusif.

BACA JUGA  Percepat Pemulihan Layanan Adminduk, Tim Dukcapil Kemendagri Turun ke Aceh Utara

Ardian S. Perkasa | Itoday News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP