Daerah  

Hari Lahir Pancasila 2026, Amar Salahuddin Gaungkan Literasi Kebangsaan kepada Generasi Muda Dharmasraya

Nofriadi Roni Puska.

DHARMASRAYA, iTodayNews.ID – Momentum Hari Lahir Pancasila 2026 dimanfaatkan Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) Lokus Kabupaten Dharmasraya untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda.

Berkolaborasi dengan Tim Garda Pancasila Muda Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Dharmasraya, Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Dharmasraya, serta Duta Pancasila Purna Paskibraka Indonesia, kegiatan Sosialisasi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan digelar di Auditorium Kantor Bupati Dharmasraya, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung usai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tersebut diikuti sebanyak 74 peserta yang terdiri dari anggota Purna Paskibraka dan Duta Pancasila dari berbagai SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Dharmasraya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Dharmasraya yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Dharmasraya, Nofriadi Roni Puska, ST, MT, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Dharmasraya Boby P. Riza, SSTP, MSi, Sekretaris Badan Kesbangpol Dharmasraya Hendri Martariko, S.Kom., MM, Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Marlisna, SE, MM, serta para pelatih, pembina, ayah bunda Paskibraka, dan tim medis Paskibraka.

Dalam sambutannya, Nofriadi Roni Puska memberikan apresiasi kepada anggota Purna Paskibraka dan Duta Pancasila yang dinilai telah menunjukkan semangat nasionalisme serta dedikasi sebagai generasi muda pilihan.

BACA JUGA  Harison: BPN Banten Siaga Penuh, Tuntaskan Sisa Layanan Pertanahan Akhir Tahun 2025

Menurutnya, Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum refleksi bagi generasi muda untuk terus menjaga persatuan bangsa dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Dharmasraya, Boby P. Riza, menegaskan bahwa Tim Garda Pancasila Muda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Ia berharap para anggota Garda Pancasila, Purna Paskibraka, dan Duta Pancasila mampu menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Pada sesi utama, Ketua Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Dharmasraya yang juga RELIMA Perpusnas RI Lokus Dharmasraya, Amar Salahuddin, M.Pd., tampil sebagai narasumber dengan materi bertajuk “Literasi Kebangsaan: Membumikan Pancasila melalui Baca, Diskusi, dan Aksi.”

Dalam pemaparannya, Amar Salahuddin menegaskan bahwa literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membangun karakter kebangsaan serta menjaga persatuan Indonesia.

Menurutnya, literasi kebangsaan merupakan kemampuan memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan melalui aktivitas membaca, berdiskusi, berpikir kritis, serta bertindak nyata dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA  Tebar Kepedulian di Idul Adha 1447 H, BPN Banten Distribusikan Ribuan Paket Daging Kurban

“Melalui literasi, generasi muda dapat memahami identitas bangsa, menghargai keberagaman, menyaring informasi yang diterima, menangkal hoaks, serta memperkuat karakter kebangsaan di tengah derasnya arus informasi digital,” ujar Amar.

Ia juga menekankan pentingnya membumikan nilai-nilai Pancasila melalui budaya membaca. Generasi muda diajak memperkaya wawasan kebangsaan dengan membaca sejarah perjuangan bangsa, biografi tokoh nasional, kisah keberagaman Indonesia, artikel tentang Pancasila, hingga berbagai sumber informasi yang kredibel dan terpercaya.

Selain budaya membaca, Amar menilai diskusi menjadi sarana efektif dalam mengaktualisasikan nilai Pancasila, khususnya Sila Keempat. Melalui diskusi, generasi muda dapat belajar menghargai perbedaan pendapat, berpikir kritis, menyampaikan gagasan secara santun, serta mencari solusi bersama terhadap berbagai persoalan bangsa.

Lebih lanjut, Amar menjelaskan bahwa pemahaman terhadap Pancasila harus diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Berbagai bentuk aksi literasi kebangsaan dapat dilakukan, mulai dari donasi buku, pembentukan pojok baca masyarakat, kampanye anti-hoaks, penulisan opini kebangsaan, pembuatan konten positif di media sosial, hingga menjadi relawan literasi di lingkungan masing-masing.

“Pancasila tidak cukup hanya dihafal. Nilai-nilainya harus dibaca, maknanya harus didiskusikan, dan semangatnya harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Literasi adalah salah satu jalan untuk menghadirkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

BACA JUGA  Bukti Kepedulian Sosial, DPC MOI Kabupaten Tangerang Gelar Santunan Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama

Kegiatan yang digagas RELIMA Perpusnas RI Lokus Kabupaten Dharmasraya ini menjadi bentuk nyata sinergi antara gerakan literasi dan penguatan wawasan kebangsaan. Melalui pendekatan baca, diskusi, dan aksi, para peserta diharapkan mampu menjadi generasi muda yang kritis, berkarakter, serta menjadi pelopor pengamalan nilai-nilai Pancasila di lingkungan masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP