Pandeglang, iTodayNews.ID – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Media Online Indonesia (DPW MOI) Provinsi Banten menggelar rangkaian kegiatan bakti sosial, ziarah religi, serta edukasi sejarah dan budaya di Situs Cagar Budaya peninggalan Kerajaan Salakanagara, Cihunjuran, Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan ini mengusung semangat kepedulian sosial sekaligus pelestarian sejarah lokal. Rangkaian acara diawali dengan ziarah bersama di kawasan wisata religi Cihunjuran, dilanjutkan dengan wakaf buku Yasin yang disalurkan kepada para peziarah. Aksi sosial tersebut bertujuan mendukung kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah di salah satu destinasi wisata religi unggulan di Provinsi Banten.
Tidak hanya berfokus pada aspek sosial dan keagamaan, DPW MOI Banten juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan merawat situs cagar budaya. Situs Cihunjuran diyakini sebagai bagian dari peninggalan Kerajaan Salakanagara, yang disebut-sebut sebagai kerajaan tertua di Nusantara. Oleh karena itu, keberadaannya dinilai memiliki nilai sejarah yang tinggi dan perlu dijaga agar tidak tergerus oleh waktu.
Usai kegiatan di lokasi situs, agenda dilanjutkan dengan silaturahmi keluarga besar MOI Banten yang berlangsung hangat di Desa Pandat. Momentum tersebut menjadi wadah untuk memperkuat soliditas dan sinergi antar pemilik media serta jurnalis yang tergabung dalam organisasi MOI di wilayah Banten.
Ketua DPW MOI Provinsi Banten, M. Gustiawan Rengga, menyampaikan bahwa pemilihan Situs Salakanagara sebagai lokasi peringatan HPN 2026 memiliki makna strategis. Menurutnya, insan pers memiliki tanggung jawab moral untuk mengangkat kembali sejarah dan budaya lokal ke tingkat nasional.
“Peringatan HPN 2026 ini kami jadikan momentum untuk menengok akar budaya kita. Salakanagara merupakan fondasi sejarah Nusantara yang berada di tanah Banten. Kami tidak hanya berbagi secara materi melalui wakaf buku Yasin, tetapi juga ingin memberikan edukasi bahwa situs sejarah ini adalah identitas yang harus dijaga dan dirawat bersama,” ujar Rengga.
Ia menambahkan, melalui kegiatan silaturahmi tersebut diharapkan sinergitas antar pengelola media online di Banten semakin kuat, khususnya dalam menyajikan informasi yang edukatif, berimbang, dan membangun.
“Sebagai pilar keempat demokrasi, jurnalis harus peka terhadap pelestarian cagar budaya. Kami berharap kehadiran MOI Banten di tengah masyarakat Mandalawangi dapat memberikan dampak positif, baik secara spiritual maupun dalam upaya promosi wisata sejarah di Kabupaten Pandeglang,” pungkasnya.
Rangkaian kegiatan peringatan HPN 2026 DPW MOI Banten ditutup dengan ramah tamah dan diskusi santai mengenai perkembangan industri media digital di tahun 2026, sembari menikmati suasana pedesaan yang asri di kawasan kaki Gunung Pulosari.






