Opini  

DUA WAJAH JAKARTA UTARA: KAYA POTENSI, TETAPI RAKYATNYA HARUS IKUT MENIKMATI

Oleh: Iwan Iryansyah Setiawan

Pemerhati Prestasi & Aktivis Sosial Masyarakat

Jakarta Utara sesungguhnya memiliki kekayaan potensi ekonomi yang luar biasa. Bahkan, jika melihat berbagai aset strategis yang berada di wilayah ini, Jakarta Utara merupakan salah satu kawasan dengan kekuatan ekonomi, bisnis, industri, perdagangan, pariwisata, dan olahraga yang sangat besar.

Namun, ada sebuah pertanyaan mendasar yang perlu kita renungkan bersama: apakah besarnya kekuatan ekonomi Jakarta Utara sudah benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di sekitarnya?

Menurut saya, inilah persoalan penting yang harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan di Jakarta Utara.

Kita tidak boleh hanya bangga melihat pertumbuhan kawasan bisnis, megahnya fasilitas publik, dan besarnya investasi. Kita juga harus berani melihat kondisi kampung-kampung, lingkungan permukiman, serta kualitas kehidupan masyarakat yang berada di sekeliling pusat-pusat pertumbuhan ekonomi tersebut.

Sebab, kemajuan sebuah wilayah tidak cukup diukur dari seberapa banyak gedung megah berdiri, tetapi juga dari seberapa sejahtera masyarakat yang hidup di dalamnya.

## SISI PERTAMA: JAKARTA UTARA MEMILIKI POTENSI EKONOMI RAKSASA

Mari kita lihat apa yang dimiliki Jakarta Utara

Ada Pelindo dengan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai salah satu simpul utama logistik dan perdagangan nasional. Aktivitas pelabuhan ini memiliki peran penting dalam mendukung arus barang, distribusi, serta konektivitas ekonomi Indonesia dengan pasar internasional.

Ada Ancol yang telah menjadi salah satu ikon pariwisata dan hiburan Jakarta, sekaligus menggerakkan berbagai kegiatan ekonomi, mulai dari pariwisata, perhotelan, kuliner, perdagangan, hingga industri kreatif.

Ada Jakarta International Stadium (JIS), sebuah fasilitas olahraga dan penyelenggaraan kegiatan berskala besar yang memberikan identitas baru bagi Jakarta Utara di tingkat nasional maupun internasional.

Ada kawasan Sunter yang menjadi bagian penting dari ekosistem industri dan otomotif nasional, termasuk keberadaan Astra sebagai salah satu kelompok usaha besar Indonesia.

Ada pula Pantai Indah Kapuk (PIK), Kelapa Gading, Pluit, dan Mangga Dua yang berkembang sebagai pusat perdagangan, properti, bisnis, kuliner, serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Jika seluruh kekuatan tersebut dilihat secara menyeluruh, Jakarta Utara sesungguhnya memiliki ekosistem ekonomi yang sangat lengkap.

Infrastruktur logistik, industri, pariwisata, olahraga, perdagangan, dan properti berada dalam satu wilayah administratif.

Saya ingin mengatakan dengan tegas:

Jakarta Utara terlalu kaya potensi untuk hanya dipandang sebagai kawasan pinggiran Jakarta.

Namun, di balik besarnya potensi tersebut, ada persoalan yang tidak boleh kita abaikan.

Jangan sampai mesin ekonomi Jakarta Utara bergerak semakin cepat, sementara masyarakat yang hidup di sekitarnya hanya menjadi penonton.

Pertumbuhan ekonomi harus mampu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat UMKM, melahirkan wirausaha baru, dan memberikan kesempatan lebih besar kepada generasi muda lokal.

Itulah ukuran pembangunan yang sesungguhnya.

## SISI KEDUA: REALITAS KAMPUNG YANG MASIH MEMBUTUHKAN PERHATIAN

Sekarang mari kita melihat sisi lainnya.

Di tengah keberadaan kawasan bisnis modern dan fasilitas berskala besar, masih terdapat lingkungan permukiman masyarakat yang menghadapi berbagai persoalan.

BACA JUGA  Pers Mahasiswa di Era AI dan Gempuran Disrupsi Media

Persoalan kebersihan lingkungan, drainase yang belum optimal, sampah, keterbatasan ruang terbuka hijau, kualitas sanitasi, serta kondisi permukiman yang membutuhkan penataan masih menjadi pekerjaan rumah di sejumlah wilayah Jakarta Utara.

Kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius.

Kita ingin melihat Jakarta Utara yang bersih, sehat, aman, nyaman, dan memiliki lingkungan yang hijau. Bukan hanya kawasan komersialnya yang tertata, tetapi juga kampung-kampung tempat masyarakat menjalani kehidupan sehari-hari.

Namun, ada satu persoalan yang menurut saya jauh lebih penting untuk mendapatkan perhatian: masa depan generasi muda.

Masih banyak anak muda yang memiliki potensi, bakat, kreativitas, dan kemampuan luar biasa, tetapi belum mendapatkan akses serta kesempatan yang memadai untuk berkembang dan berprestasi.

Jangan pernah kita menganggap anak-anak muda di kampung tidak memiliki kemampuan.

Mereka bukan kekurangan potensi. Sering kali, yang mereka butuhkan adalah kesempatan, pembinaan, fasilitas, pendampingan, dan panggung untuk menunjukkan kemampuan.

Bayangkan, di satu kawasan berdiri stadion bertaraf internasional, sementara di lingkungan sekitarnya mungkin masih ada anak-anak yang kesulitan memperoleh fasilitas olahraga dan pembinaan yang layak.

Jarak geografis antara sebuah fasilitas megah dengan kampung masyarakat mungkin hanya beberapa ratus meter. Namun, jarak kesempatan untuk menikmati kemajuan dan meraih prestasi terkadang terasa begitu jauh.

Jangan sampai fasilitasnya sudah berkelas dunia, tetapi kesempatan anak-anak di sekitarnya belum mendapatkan kelas yang sama

Ini bukan sekadar persoalan pembangunan fisik. Ini persoalan pemerataan kesempatan dan keadilan sosial.

## LIMA AGENDA BESAR: AMAN, SEHAT, BERSIH, HIJAU, DAN BERPRESTASI

Menurut saya, sudah waktunya Jakarta Utara memiliki gerakan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

Ada lima agenda besar yang harus menjadi perhatian bersama.

**1. AMAN: Membangun Lingkungan yang Memberikan Rasa Nyaman**

Masyarakat berhak tinggal di lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman.

Keamanan lingkungan, penerangan jalan, penataan kawasan permukiman, keselamatan masyarakat, serta penguatan kepedulian sosial harus menjadi bagian dari pembangunan.

Kampung yang maju adalah kampung yang warganya merasa aman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

2. SEHAT: Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

Kesehatan tidak boleh hanya menjadi urusan fasilitas kesehatan.

Lingkungan yang sehat, sanitasi yang baik, akses air bersih, edukasi kesehatan, pencegahan penyakit, dan fasilitas olahraga masyarakat harus menjadi perhatian.

Kita ingin masyarakat Jakarta Utara tumbuh dengan kualitas kesehatan yang lebih baik, terutama anak-anak dan generasi muda.

3. BERSIH: Mengubah Budaya dan Wajah Lingkungan

Persoalan sampah dan kebersihan tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan petugas kebersihan.

Diperlukan kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan lembaga pendidikan.

Gerakan kebersihan harus dibangun secara berkelanjutan, mulai dari tingkat RT/RW, sekolah, fasilitas umum, hingga kawasan permukiman.

Jakarta Utara harus menjadi wilayah yang membanggakan, bukan hanya karena pusat bisnisnya, tetapi juga karena kebersihan kampung-kampungnya.

BACA JUGA  JAKARTA UTARA: BUKAN PINGGIRAN IBU KOTA, MELAINKAN BERANDA DEPAN INDONESIA MENUJU KOTA GLOBAL

4. HIJAU: Menghadirkan Lingkungan yang Lebih Sejuk dan Berkelanjutan

Sebagai kawasan pesisir dan industri, Jakarta Utara membutuhkan perhatian serius terhadap kualitas lingkungan.

Penambahan ruang terbuka hijau, penanaman pohon, penghijauan jalan lingkungan, pengelolaan sampah, pengendalian pencemaran, dan perlindungan kawasan pesisir harus menjadi agenda bersama.

Kita ingin anak-anak Jakarta Utara tumbuh di lingkungan yang lebih sehat, teduh, dan nyaman.

5. BERPRESTASI: Membuka Panggung bagi Generasi Muda

Inilah agenda yang sangat penting bagi masa depan Jakarta Utara.

Kita harus membangun ekosistem pembinaan prestasi yang lebih luas, mulai dari olahraga, pendidikan, seni budaya, teknologi, kewirausahaan, hingga kreativitas digital.

Anak-anak muda harus mendapatkan akses terhadap pelatihan, kompetisi, mentor, fasilitas, beasiswa, dan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan.

Jangan biarkan bakat besar terkubur hanya karena keterbatasan ekonomi dan kurangnya akses.

Kita ingin lahir atlet berprestasi, pelajar berprestasi, seniman berbakat, pengusaha muda, inovator teknologi, dan pemimpin masa depan dari kampung-kampung Jakarta Utara.

Prestasi tidak boleh menjadi hak istimewa bagi mereka yang memiliki fasilitas dan kemampuan ekonomi lebih. Prestasi harus menjadi kesempatan bagi semua anak bangsa.

## DUNIA USAHA HARUS MENJADI MITRA KEMAJUAN MASYARAKAT

Di sinilah saya ingin mengajak perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi dan berkembang di Jakarta Utara untuk mengambil peran lebih strategis.

Pelindo, Ancol, Astra, serta berbagai perusahaan dan pelaku usaha besar lainnya memiliki kapasitas dan sumber daya yang dapat memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat sekitar.

Program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR jangan hanya berhenti pada kegiatan seremonial, penyaluran bantuan sesaat, atau dokumentasi kegiatan.

CSR harus menjadi investasi sosial jangka panjang

Perusahaan dapat mengambil peran sebagai mitra pembinaan masyarakat melalui program-program konkret, seperti:

1. Program beasiswa dan pendampingan pendidikan bagi anak-anak berprestasi.
2. Pembinaan atlet muda melalui akademi dan kompetisi olahraga.
3. Pelatihan keterampilan kerja dan sertifikasi bagi pemuda lokal.
4. Pendampingan serta pengembangan UMKM masyarakat sekitar.
5. Program kampung bersih, sehat, aman, dan hijau.
6. Penyediaan fasilitas olahraga, pendidikan, dan ruang kreativitas bagi generasi muda.
7. Program magang dan kesempatan kerja yang membuka akses lebih luas bagi warga sekitar.

Saya berharap perusahaan-perusahaan besar tersebut tidak hanya dikenal karena kontribusi ekonominya, tetapi juga karena keberhasilannya melahirkan generasi muda berprestasi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Kita membutuhkan hubungan yang saling menguatkan antara dunia usaha dan masyarakat.

Perusahaan tumbuh, masyarakat ikut berkembang. Investasi meningkat, kesempatan kerja terbuka. Kawasan bisnis semakin maju, lingkungan permukiman juga semakin baik.

Itulah bentuk pembangunan yang memberikan manfaat bersama.

## PEMERINTAH, DUNIA USAHA, DAN ORGANISASI MASYARAKAT HARUS BERJALAN BERSAMA

Persoalan Jakarta Utara tentu tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja.

Pemerintah memiliki tanggung jawab dalam penyediaan infrastruktur, pelayanan publik, penataan lingkungan, pendidikan, kesehatan, serta kebijakan pemerataan pembangunan.

BACA JUGA  Bung IRS 72: DEMONSTRASI DAMAI ADALAH HAK KONSTITUSIONAL RAKYAT, PEMERINTAH HARUS MENDENGAR BUKAN MEMBUNGKAM

Dunia usaha memiliki kesempatan untuk memperkuat tanggung jawab sosial dan menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.

Sementara masyarakat harus menjadi bagian aktif dalam menjaga lingkungan, membangun solidaritas sosial, serta menciptakan budaya berprestasi.

Kolaborasi ketiga unsur ini harus dibangun secara nyata dan berkelanjutan.

Kita tidak ingin Jakarta Utara hanya menjadi kawasan yang menghasilkan pertumbuhan ekonomi besar, tetapi masih menyisakan persoalan sosial dan lingkungan yang tidak terselesaikan.

Kita ingin pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan sampai ke tingkat kampung.

## PENUTUP: JANGAN HANYA BANGGA DENGAN GEDUNGNYA, BANGGALAH DENGAN PRESTASI WARGANYA

Sebagai Pemerhati Prestasi dan Aktivis Sosial Masyarakat, saya melihat Jakarta Utara memiliki modal yang sangat besar untuk menjadi kawasan percontohan pembangunan yang mengintegrasikan kekuatan ekonomi dengan kemajuan sosial masyarakat.

Kita memiliki Pelindo, Ancol, JIS, Astra, PIK, Kelapa Gading, serta berbagai pusat perdagangan dan industri.

Namun, keberhasilan Jakarta Utara tidak boleh hanya diukur dari besarnya investasi, megahnya fasilitas, atau tingginya aktivitas bisnis.

Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika masyarakat di sekitar pusat-pusat pertumbuhan tersebut juga mengalami peningkatan kualitas hidup.

Ketika kampung-kampung semakin bersih, lingkungan semakin hijau, masyarakat semakin sehat, keamanan semakin terjaga, UMKM berkembang, dan anak-anak mudanya semakin banyak yang berprestasi.

Saya ingin melihat suatu hari nanti, Jakarta Utara bukan hanya dikenal sebagai pusat perdagangan dan industri, tetapi juga dikenal sebagai tempat lahirnya generasi muda unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Jangan sampai Ancol terlihat indah, tetapi lingkungan masyarakat di sekitarnya terabaikan. Jangan sampai JIS menjadi kebanggaan dunia, tetapi anak-anak di sekitarnya tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan bakat olahraga. Jangan sampai perusahaan-perusahaan besar berkembang pesat, tetapi pemuda lokal tidak mendapatkan akses untuk ikut tumbuh bersama.

Ini bukan untuk menyalahkan pihak tertentu. Ini adalah ajakan untuk melakukan introspeksi dan membangun tanggung jawab bersama.

Sebab, kemajuan yang sejati adalah kemajuan yang dirasakan secara luas dan berkeadilan.

Jakarta Utara punya segalanya: Pelindo, Ancol, JIS, Astra, kawasan industri, pusat perdagangan, dan kekuatan ekonomi yang luar biasa. Tetapi kebanggaan terbesar kita bukanlah semata-mata gedung dan fasilitas megahnya. Kebanggaan terbesar adalah ketika kampung-kampungnya AMAN, masyarakatnya SEHAT, lingkungannya BERSIH dan HIJAU, ekonominya SUKSES, serta generasi mudanya BERPRESTASI.

Mari kita bangun Jakarta Utara bukan hanya menjadi kawasan yang kaya secara ekonomi, tetapi juga kaya akan prestasi, kepedulian sosial, dan kesejahteraan masyarakat.

KARENA JAKARTA UTARA TIDAK CUKUP HANYA MAJU KAWASANNYA. JAKARTA UTARA HARUS MAJU MASYARAKATNYA! tutup Bung IRS.72 panggilan akrab Iwan Iryansyah Setiawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP