Proyek Perbaikan Turap Kali Cidurian di Desa Kalongsawah Jasinga Bogor Mangkrak, Warga Resah Banjir Marak Terjadi

Proyek Perbaikan Turap Kali Cidurian di Desa Kalongsawah Jasinga Bogor Mangkrak, Warga Resah Banjir Marak Terjadi. (Foto: Istimewa)

BOGOR, iTodayNews.ID – Proyek perbaikan turap Kali Cidurian di Desa Kalongsawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, dikabarkan mangkrak dan terbengkalai sejak beberapa waktu terakhir.

Kondisi ini memicu keresahan warga, terutama menjelang musim hujan yang diprediksi akan kembali membawa intensitas curah hujan tinggi di wilayah Bogor dan sekitarnya.

Warga menilai mangkraknya proyek tersebut membuat potensi banjir semakin besar.

Apalagi, sepanjang aliran Kali Cidurian hingga kini belum mendapatkan perbaikan menyeluruh meskipun wilayah ini pernah mengalami musibah banjir bandang pada tahun 2020.

Acang, Ketua RT 03/06 Desa Kalongsawah, mengungkapkan kekhawatirannya. Ia mengatakan bahwa banjir bandang pada 2020 sempat merendam puluhan rumah dan merusak berbagai fasilitas warga.

“Saya warga Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor, tepatnya di Kampung Kalongsawah, Desa Kalongsawah. Kampung kami pernah dilanda banjir bandang akibat meluapnya Kali Cidurian pada tahun 2020. Sampai sekarang, belum ada perbaikan yang selesai. Pernah ada proyek perbaikan, tapi sayangnya mangkrak dan dibiarkan begitu saja,” ujarnya.

Acang menambahkan bahwa warga kini hidup dalam ketakutan setiap memasuki musim hujan.

BACA JUGA  Dewas BPJS Kesehatan, Siruaya Utamawan Minta BPJS Tanggung Korban Keracunan Program MBG

“Saya sebagai warga di sini selalu merasa khawatir setiap musim hujan datang, karena rumah saya tidak jauh dari aliran kali itu. Kami berharap pemerintah, khususnya Dinas Pekerjaan Umum, bisa datang langsung melihat kondisi kampung kami. Tolong bantu kami agar kampung ini bisa lebih aman dan tidak lagi waswas tiap kali hujan turun,” lanjutnya.

Selain turap yang mangkrak, warga juga mengeluhkan dampak lain berupa irigasi dan lahan persawahan yang mulai mengering.

Aliran air yang tak teratur membuat sejumlah lahan pertanian sulit digarap maksimal.

Bahkan di beberapa titik, area sekitar kali kini dipenuhi semak belukar lebat menyerupai hutan kecil.

“Dulu daerah ini subur, sawah kami teraliri air dari Kali Cidurian. Sekarang airnya kecil, aliran tidak teratur, malah banyak rumput liar tumbuh. Kasihan para petani di sini, banyak sawah yang kering,” ungkap salah satu warga.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk melanjutkan pembangunan turap yang terbengkalai tersebut.

Menurut warga, perbaikan turap tidak hanya penting untuk mengurangi risiko banjir, tetapi juga menjaga keberlangsungan lahan pertanian yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian utama.

BACA JUGA  Mayor Jenderal TNI Maychel Asmi Anugerahkan Medali kepada Peacekeeper Bangladesh di Bouar

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bogor belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab mangkraknya proyek perbaikan turap Kali Cidurian di Desa Kalongsawah.

Warga berharap pemerintah dapat segera memberikan penjelasan dan menuntaskan masalah ini demi keselamatan serta kesejahteraan masyarakat sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP