Epidemi Gatal Milenial Gen Z: Mengapa Kudis,Eksim, Dan Jamur Kembali Mewabah?

Sulawesi Selatan, iTodayNews.id – Masyarakat saat ini banyak yang terpapar dengan gatal-gatal yang tidak sensitif terhadap antigatal. Ada banyak keluhan tentang rasa gatal, terutama di daerah tropis seperti Indonesia. Rasa gatal yang sering terjadi saat ini umumnya dapat dikelompokkan menjadi beberapa golongan besar berdasarkan penyebabnya. Golongan Utama Penyebab Gatal Saat Ini, gatal (pruritus) adalah gejala, bukan penyakit. Berdasarkan laporan kesehatan di Indonesia, gatal paling sering disebabkan oleh kelompok-kelompok Infeksi Parasit sepert Paling Sering Menular penyebab ini sangat umum terjadi di lingkungan yang padat penduduk atau kurang bersih karena sifatnya yang sangat mudah menular.

Kudis (Skabies), ini adalah salah satu penyebab gatal yang paling sering dikeluhkan. Disebabkan oleh tungau mikroskopis (Sarcoptes scabiei) yang menggali terowongan di bawah kulit. Ciri Khas, gatal hebat, terutama pada malam hari atau saat tubuh hangat, sering muncul di lipatan kulit seperti jari, pergelangan tangan, ketiak, selangkangan, bokong.

Gigitan Serangga/Kutu gatal lokal akibat gigitan nyamuk, kutu kasur, atau tungau debu. Infeksi Jamur (Tinea/Kurap) cuaca panas dan lembap di Indonesia sangat ideal untuk pertumbuhan jamur. Kurap (Tinea Corporis), infeksi jamur yang ditandai dengan ruam berbentuk cincin kemerahan yang gatal. Panu (Tinea Versicolor), infeksi jamur yang menyebabkan bercak putih atau gelap dan terasa gatal, terutama saat berkeringat. Kutu Air (Tinea Pedis), infeksi jamur di sela-sela jari kaki yang menyebabkan kulit mengelupas dan gatal.

Penyakit Kulit Inflamasi/Alergi golongan ini sering dipicu oleh faktor internal (genetik, stres) atau paparan eksternal (alergen). Eksim (Dermatitis Atopik) Penyakit kulit kronis yang membuat kulit kering, merah, dan sangat gatal. Sering dipicu oleh alergi, stres, atau perubahan cuaca. Dermatitis Kontak: Gatal dan ruam terjadi setelah kulit bersentuhan dengan zat pemicu (alergen) seperti deterjen, kosmetik, perhiasan nikel, atau lateks. Biduran (Urtikaria): Reaksi alergi akut yang ditandai dengan bentol-bentol merah (ruam) yang timbul dan hilang dengan cepat dan terasa sangat gatal.

BACA JUGA  Bersama Melayani Lebih Baik, BPN Banten Mantapkan Arah Layanan Pertanahan 2026

Faktor Lingkungan dan Kondisi Dasar Gatal juga sering isebabkan oleh kondisi umum yang berkaitan dengan iklim dan gaya hidup.

Kulit Kering (Xerosis): Ini adalah penyebab gatal yang sangat umum, sering diperparah oleh mandi air panas terlalu lama atau penggunaan sabun yang keras.

Biang Keringat (Miliaria): Sering terjadi di cuaca panas dan lembap, di mana kelenjar keringat tersumbat, menimbulkan bintik-bintik kecil gatal.

Stres: Stres berat dapat memicu atau memperburuk berbagai kondisi gatal (terutama eksim dan biduran) karena pelepasan histamin dalam tubuh.

Jika mengalami gatal yang parah, tidak hilang dalam beberapa hari, atau disertai gejala lain seperti demam, luka bernanah, kulit menebal, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter Spesialis Kulit dan Kelamin.

Pengobatan tradisional atau herbal umumnya hanya berfungsi untuk meredakan gejala seperti gatal, peradangan, atau kekeringan dan mungkin efektif untuk infeksi ringan. Namun, untuk infeksi yang disebabkan oleh parasit seperti Kudis atau jamur yang sudah meluas seperti Kurap parah, pengobatan medis dari dokter adalah yang utama dan paling efektif untuk membunuh penyebabnya.

Langkah pertama yang paling penting adalah mencari dan mengobati penyakit atau kondisi yang mendasari gatal kronis tersebut. Jika penyebab utamanya berhasil diatasi, gatal biasanya akan mereda.Penyebab Kulit, Dermatitis atopik (DA), urtikaria, psoriasis, dsb. Gatal pada areal kuit atau dermatitis ini merupakan letak gatal yang terdistribusi merata ke suluruhn kulit terutama bagian lembab.

Perawatan Kulit Dasar & Umum, langkah-langkah perawatan kulit ini sangat penting untuk semua kasus gatal kronis, terutama yang melibatkan kulit kering atau dermatitis. Pelembap (Emolien/Moisturizer), penggunaan pelembap secara rutin dan liberal (banyak) adalah kunci untuk memperbaiki sawar kulit dan mengurangi kekeringan atau xerosis, yang sering memperburuk gatal. Teknik Mandi yang Tepat, gunakan air suam-suam kuku (bukan air panas). Batasi waktu mandi tidak lebih dari 10-15 menit.

BACA JUGA  Momentum Hari Kesehatan Nasional, Lapas Narkotika Samarinda Gandeng Kimia Farma Berikan Layanan Pemeriksaan Kesehatan

Gunakan sabun dengan pH netral, tidak beralkali, dan kaya pelembap atau moisturizing cleanser. Keringkan kulit dengan menepuk lembut dan tidak menggosok. Hindari Pemicu, identifikasi dan hindari faktor-faktor yang dapat memicu atau memperburuk gatal, seperti pakaian berbahan kasar atau wol, keringat berlebihan, panas, deterjen keras, atau alergen tertentu.

Terapi Simptomatik Mengurangi rasa Gatal, terapi ini ditujukan untuk meredakan gejala gatal yang sedang terjadi. Topikal (Oles) jenis Kortikosteroid Topikal, pilihan utama untuk gatal yang disebabkan oleh penyakit kulit inflamasi (peradangan), seperti dermatitis atopik atau dermatitis kontak. Potensi (kekuatan) obat akan disesuaikan dosisnya. Inhibitor Kalsineurin Topikal (TCI), seperti Tacrolimus atau Pimecrolimus.

Alternatif untuk kortikosteroid, terutama pada area kulit sensitif misalnya wajah atau untuk terapi pemeliharaan jangka panjang. Agen Topikal Lain, Krim/losion yang mengandung Polidocanol, Pramoxine, atau Kapasien (Capsaicin) dapat dipertimbangkan untuk gatal terlokalisir atau neuropatik.

Gatal Sistemik dengan Obat Minum/Suntik. Antihistamin H1, umumnya yang bersifat sedatif yang menyebabkan kantuk, seperti Cetirizine atau Hydroxyzine, sering digunakan untuk membantu memutus siklus gatal-garuk, terutama jika gatal mengganggu tidur.

Namun, pada banyak kasus gatal kronis selain urtikaria, efektivitasnya mungkin terbatas. Fototerapi atau Terapi Sinar, menggunakan sinar UVB narrowband atau PUVA dapat menjadi pilihan efektif untuk gatal kronis yang luas dan refrakter atau sulit diobati. Imunosupresan Sistemik, seperti Cyclosporine atau Methotrexate, digunakan untuk kasus gatal kronis berat dan refrakter, terutama pada penyakit kulit inflamasi yang parah. Obat untuk Gatal Spesifik, obat yang bekerja pada sistem opioid misalnya Nalokson, Naltrexone atau sistem saraf misalnya Gabapentin, Pregabalin digunakan untuk jenis gatal tertentu seperti pruritus uremik atau neuropatik.

BACA JUGA  Dukung Polri Profesional dan Modern, Sarekat Islam Bekasi Apresiasi Kinerja Bhayangkara

Terapi Biologik: Untuk penyakit inflamasi berat seperti Dermatitis Atopik atau Psoriasis, agen biologik misalnya Dupilumab yang menargetkan jalur inflamasi spesifik telah disetujui dan menunjukkan hasil yang baik.

Pendekatan Psikososial, gatal kronis dapat sangat mempengaruhi kualitas hidup, menyebabkan gangguan tidur, kecemasan, dan depresi. Edukasi, Pemahaman pasien tentang penyakit dan pengobatannya sangat penting. Relaksasi dan Terapi Perilaku, teknik relaksasi, pelatihan autogenik, atau terapi psikososial dapat membantu pasien mengelola dorongan untuk menggaruk.

Pengobatan gatal kronis harus ditargetkan dan multimodal berdasarkan penyebabnya, Anda sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan renc.

Ditulis oleh apt. Rusdiaman, S.Si.,M.Si.Dosen Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar.

(*/Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP