Jakarta, iTodayNews.id — URC Bergerak menyatakan dukungan penuh atas aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan rekan-rekan pengemudi ojek online yang tergabung dalam Forum Driver Transportasi Online Indonesia (FDTOI). Aksi tersebut diikuti perwakilan dari sekitar 15 daerah, di antaranya Surabaya, Medan, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Batam, Jawa Timur, Lampung, Sukabumi, Jakarta, serta beberapa wilayah lainnya.
Aksi hari ini membawa sejumlah tuntutan penting, termasuk permintaan penyesuaian tarif, perlindungan hukum atau payung hukum bagi para pengemudi, serta perbaikan regulasi yang dinilai belum berpihak pada driver.
Namun, URC Bergerak menyampaikan kekecewaan mendalam atas terjadinya insiden sweeping terhadap pengemudi ojek online yang sedang membawa orderan. Beberapa driver dihentikan, diminta membalik jaket atribut, hingga ada yang diminta melepas helm aplikasinya. Peristiwa tersebut dinilai mencederai suasana aksi yang seharusnya damai dan kondusif.
Humas URC Bergerak menilai insiden itu memicu ketegangan dan menimbulkan stigma negatif di lapangan.
“Kondisi yang awalnya aman menjadi gaduh karena banyak rekan-rekan tidak terima perlakuan tersebut. Aksi yang seharusnya berjalan tertib justru ternoda dengan kejadian sweeping. Kami berharap hal seperti ini tidak terulang kembali di masa mendatang,” ujar Humas URC Bergerak.
URC mengajak seluruh driver dan peserta aksi untuk tetap saling menghormati, menjaga solidaritas, serta tidak melakukan tindakan yang dapat merusak tatanan yang sudah baik.
“Ke depan, kami berharap semua pihak dapat menjaga situasi tetap aman, damai, dan kondusif. Aspirasi harus disampaikan dengan cara yang terarah dan saling menghargai,” tambahnya.
URC Bergerak menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perjuangan kesejahteraan driver ojek online, selama dilakukan melalui cara-cara yang bermartabat dan tidak merugikan sesama.
(Red)






