JAKARTA, iTodayNews.ID – Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta Subki menilai, keberhasilan pelayanan air bersih di Jakarta bergantung pada pemerataan layanan di wilayah Jakarta Utara.
Menurut Subki, Jakarta Utara merupakan kawasan paling krusial dalam pemerataan akses air bersih. Seba selama bertahun-tahun, warga wilayah tersebut kesulitan menikmati air layak konsumsi.
“Saya mewakili warga Jakarta Utara, khususnya Kamal Muara, yang dulu lama sekali kesulitan mendapatkan air bersih,” ujar Subki, beberapa waktu lalu.
Sejak 2010, ungkap dia, warga hanya mengandalkan air tanah. Kondisinya buruk dan tidak layak. Setelah air dari PAM Jaya tersambung, masyarakat mulai merasakan manfaat nyata dari pelayanan air bersih.
“Dulu air tanah warnanya cokelat dan rasanya asin. Sekarang warga bisa hidup lebih nyaman dengan air PAM. Untuk itu, saya apresiasi kinerja PAM Jaya,” kata Subki.
Ia menilai, perubahan status PAM Jaya dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) menjadi Perseroan Terbatas Daerah (Perseroda) memunculkan pro dan kontra di masyarakat.
Namun persoalan utamanya bukan pada bentuk badan usaha. Melainkan jaminan akses dan keterjangkauan tarif.
“Yang warga pikirkan sederhana: jangkauan harus sampai, akses air bersih harus tersedia, dan tarif harus terjangkau,” tegas Subki.
Jika kebocoran air dapat ditekan dan tarif bisa lebih rendah, tambah Subki, maka tingkat kepuasan masyarakat akan meningkat signifikan.
“Kalau target 100 persen layanan air bersih tercapai, terutama di Jakarta Utara, itu akan menjadi capaian luar biasa,” pungkas Subki.
(Ade)






