Hukum  

Santri Film Festival 2026 (SANFFEST) Ramadan 2026

Jakarta, iTodayNews.id – Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon, menghadiri acara bedah film Santri Film Festival (SANFFEST) Ramadan yang digelar di Pusdatin Kementerian Kebudayaan, Ciputat, Tangerang Selatan, Ahad (1/3/2026). Kehadiran Menbud ini menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah dalam memperluas partisipasi santri dalam pemajuan kebudayaan melalui medium film.

Dalam sambutannya, Fadli Zon menekankan bahwa film adalah platform strategis yang merangkum berbagai unsur seni seperti bahasa, sastra, musik, hingga kuliner.

Santri punya pengalaman, tradisi, dan perspektif unik. Saya berharap dari pesantren lahir sineas hebat yang mampu membawa kisah Indonesia ke panggung dunia,” ujar Fadli di hadapan para santri dan pimpinan pondok pesantren.

Tips dari Pakar: Cerita adalah Kunci
Acara yang berlangsung pukul 10.00-15.00 WIB ini juga menghadirkan sederet tokoh perfilman nasional. Aktor senior Tio Pakusadewo membagikan “trik jitu” membuat film yang berkesan. Menurutnya, fondasi utama sebuah film yang sukses terletak pada kekuatan narasinya.

Ada tiga kunci utama dalam film: pertama cerita, kedua cerita, dan ketiga adalah cerita. Judul dan tema itu penting dan punya pengaruh besar,” tegas Tio.

BACA JUGA  Apel Potensi Masyarakat, Polsek Metro Menteng Perkuat Sinergi Harkamtibmas

Senada dengan Tio, praktisi film lulusan luar negeri, Fadhli Sapawie, menambahkan bahwa sinkronisasi antara pendalaman peran aktor dengan visi tim produksi sangat krusial agar tujuan film tercapai secara estetis dan pesan.

Kolaborasi Lintas Sineas
Selain Tio Pakusadewo, hadir pula sutradara kenamaan Fajar Bustomi, serta tokoh dan praktisi film lainnya seperti Mahatma Gus Ubaid, Bunda Neno Warisman, Hanief Jerry, Ustadzah Rodiyah, dan Ustadzah Marni (Hijrah Talent Productions).

Tak ketinggalan, Ardian S. Perkasa, sutradara sekaligus produser dari Sinema Alexa Films Productions, juga ketua umum Asosiasi Senias sutradara film dan televisi juga sebagai ketua umum Persatuan Insan Film bersatu ini turut memberikan pandangannya. Ia mengapresiasi langkah SANFFEST sebagai wadah kaderisasi sineas muda dari lingkungan pesantren.
SANFFEST 2026 ini adalah momentum emas. Saya berharap kedepannya teknis produksi film santri semakin profesional, dengan eksplorasi kekayaan budaya lokal yang lebih berani. Kita butuh distribusi yang lebih luas agar karya santri bisa dinikmati pasar global, bukan hanya internal,” ungkap Ardian.

BACA JUGA  Bhabinkamtibmas Petojo Utara Perkuat Keamanan Lingkungan Lewat Sambang Sat Kamling RW 07

Optimisme Industri Film Nasional
Fadli Zon juga memaparkan bahwa saat ini film Indonesia telah menguasai 67% pangsa pasar bioskop domestik. Dengan jumlah pesantren mencapai 42.000 di seluruh Indonesia, potensi cerita yang bisa diangkat ke layar lebar sangatlah melimpah.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan santri dari berbagai pesantren, di antaranya Pondok Pesantren Qatrun Nada, Rahmaniyah Al-Islami, At-Taqwa, dan Fajar Dunia.
(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP