Daerah  

Proyek Perbaikan Turap Kali Cidurian di Desa Kalongsawah Jasinga Bogor Mangkrak, Warga Resah Jelang Musim Hujan

Proyek Perbaikan Turap Kali Cidurian di Desa Kalongsawah Jasinga Bogor Mangkrak, Warga Resah Jelang Musim Hujan. (Foto: Istimewa)

BOGOR, iTodayNews.ID – Proyek perbaikan turap Kali Cidurian yang berada di Desa Kalongsawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, dikabarkan mangkrak dan terbengkalai sejak beberapa waktu lalu.

Kondisi ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat setempat, terutama jelang musim hujan yang diprediksi akan kembali mengguyur wilayah Bogor dan sekitarnya.

Warga mengaku khawatir potensi banjir akan kembali terjadi akibat belum adanya perbaikan menyeluruh di sepanjang aliran Kali Cidurian.

Pasalnya, wilayah tersebut pernah mengalami banjir bandang pada tahun 2020 yang menyebabkan puluhan rumah terendam dan sejumlah fasilitas warga rusak berat.

Salah seorang warga Kampung Kalongsawah, Kecamatan Jasinga, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan rasa kecewanya terhadap kondisi proyek perbaikan yang tak kunjung rampung.

“Saya warga Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor, tepatnya di Kampung Kalongsawah, Desa Kalongsawah. Kampung kami pernah dilanda banjir bandang akibat meluapnya Kali Cidurian pada tahun 2020. Sampai sekarang, belum ada perbaikan yang selesai. Pernah ada proyek perbaikan, tapi sayangnya mangkrak dan dibiarkan begitu saja. Saya sebagai warga di sini selalu merasa khawatir setiap musim hujan datang, karena rumah saya tidak jauh dari aliran kali itu,” ujarnya, saat dihubungi wartawan, Senin (10/11/2025).

BACA JUGA  Tol Merak–Balaraja Lumpuh Tiap Sore, Ahmad Jayani Desak PJR Tindak Tegas Truk Tambang Bandel

“Kami berharap pemerintah, khususnya Dinas Pekerjaan Umum, bisa datang langsung melihat kondisi kampung kami. Tolong bantu kami agar kampung ini bisa lebih aman dan tidak lagi waswas tiap kali hujan turun,” lanjutnya dengan nada harap.

Selain persoalan turap yang mangkrak, warga juga mengeluhkan kondisi irigasi dan persawahan di sekitar Kali Cidurian yang kini mulai mengering.

Sejumlah lahan pertanian warga tak lagi bisa ditanami secara maksimal akibat aliran air yang tersendat dan tak teratur. Bahkan di beberapa titik, lokasi sekitar kali kini tampak ditumbuhi semak belukar lebat, menyerupai hutan kecil.

“Dulu daerah ini subur, sawah kami teraliri air dari Kali Cidurian. Sekarang airnya kecil, aliran tidak teratur, malah banyak rumput liar tumbuh. Kasihan para petani di sini, banyak sawah yang kering,” ungkap warga lainnya.

Warga berharap agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk melanjutkan proyek perbaikan turap Kali Cidurian yang telah terbengkalai tersebut.

Mereka menilai perbaikan itu penting tidak hanya untuk mencegah bencana banjir, tetapi juga untuk menjaga keberlangsungan lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat sekitar.

BACA JUGA  FKBN RI Gelar Diklat Penyegaran dan Pemantapan Komando Gabungan di Pusdikzi Bogor, Perkuat Sistem Pertahanan Negara

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bogor terkait alasan mangkraknya proyek perbaikan turap di wilayah Desa Kalongsawah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP