Aktivis, Lintas LSM dan Ormas Gelar Mimbar Dialog Jakarta Utara

Aktivis, Lintas LSM dan Ormas Gelar Mimbar Dialog Jakarta Utara.

JAKARTA, iTodayNews.ID – Aktivis bersama lintas Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan organisasi kemasyarakatan (ormas) menggelar kegiatan Mimbar Dialog Jakarta Utara di Jakbistro Cafe, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (07/01/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema kritis, “Pelindo: Mesin Pembunuh atau Mesin Mensejahterakan Rakyat”, sebagai bentuk ruang dialektika publik untuk membahas dampak pembangunan dan operasional Pelabuhan yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) terhadap masyarakat sekitar.

Ketua Panitia Mimbar Dialog Jakarta Utara, Frangky, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh elemen yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Jadi, saya berharap kepada kawan-kawan mari kita melaksanakan kegiatan dialektika, kita kritis, kita cari solusi. Memang dari awal acara kita ingin mengonsolidasikan kawan-kawan, tapi dari senior-senior yang ada rasanya kurang elok. Maka kita tunggu momen seperti ini. Mungkin dari forum ini akan muncul kesepahaman dari Bapak dan Ibu para senior,” ujar Frangky dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa Mimbar Dialog ini bukan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan menjadi wadah diskusi terbuka yang sehat antara masyarakat, aktivis, dan pemangku kepentingan dalam mencari solusi atas persoalan yang terjadi di Jakarta Utara, khususnya di kawasan pelabuhan.

BACA JUGA  Ibu PKK Ciracas Tolak Premanisme dan Miras, Dukung Operasi Pekat Jaya 2026

Di tempat yang sama, Ketua RW 07 Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Cahar, mengatakan kehadirannya dalam kegiatan tersebut bertujuan untuk memperoleh informasi dan pemahaman yang lebih utuh terkait permasalahan Pelindo.

“Sebagai RW, kami juga butuh informasi terkait permasalahan Pelindo. Selama ini kami hidup berdampingan dengan laju kendaraan kontainer yang hampir setiap hari melintas di wilayah kami. Wilayah kami berbatasan langsung dengan jalan raya dan pelabuhan baru yang dibangun Pelindo,” ungkapnya.

Menurut Cahar, pembangunan pelabuhan yang telah berjalan sekitar sembilan tahun tersebut memberikan dampak signifikan bagi warga RW 07, khususnya terkait lingkungan dan sosial ekonomi.

“Harapan utama warga adalah lapangan pekerjaan. Selama ini sangat sulit mendapatkan pekerjaan. Yang sudah bekerja saja banyak yang terkena PHK, apalagi bagi mereka yang baru lulus sekolah,” tambahnya.

Mimbar Dialog Jakarta Utara ini diharapkan dapat menjadi awal komunikasi yang lebih konstruktif antara masyarakat, aktivis, serta pihak terkait, guna mendorong kebijakan pembangunan yang lebih berpihak pada kesejahteraan warga sekitar pelabuhan.

BACA JUGA  Perkuat Ekonomi Bangsa, BRI KC Cilegon Dukung UMKM Tangguh melalui Kredit Mikro dan QRIS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP